Selasa, 29 April 2014

Perlombaan antar Warga Binaan dalam Rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-50

Dalam rangka merayakan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke-50, Lapas Klas III Banyuasin mengadakan kegiatan perlombaan antar warga binaan. Perlombaan dalam bidang olahraga meliputi pertandingan bola voli, futsal, tenis meja, dan tarik tambang. Ada juga perlombaan dalam bidang kerohanian, yaitu lomba azan. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 23 hingga 26 April 2014.

Sambutan Kalapas dalam pembukaan lomba antar warga binaan dan pemukulan bola voli pertama tanda kegiatan resmi dibuka

Pertandingan futsal terbuka dan bola voli

Pertandingan tenis meja dan tarik tambang

Kegiatan perlombaan ditutup pada hari Senin, 28 April 2014. Seluruh warga binaan dikumpulkan di Masjid Nurul Hidayah Lapas Klas III Banyuasin untuk membaca surat Yasin bersama, sekaligus menutup rangkaian kegiatan dan pembagian hadiah. Dalam sambutannya, Kalapas berharap kegiatan ini dapat memupuk rasa kebersamaan antara WBP dan petugas Lapas dan juga bertujuan sebagai wadah penyaringan bakat para WBP supaya tersalurkan.

Acara pemotongan tumpeng sekaligus menutup kegitan lomba

Pembagian hadiah kepada warga binaan pemenang lomba



Minggu, 27 April 2014

Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-50

Minggu, 27 April 2014 - Seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) merayakan upacara peringatan HUT ke-50 Pemasyarakatan di wilayah masing-masing. Beberapa UPT di Sumatera Selatan yang terdiri dari Kanwil KemenkumHAM Sumsel, Rutan Palembang, Lapas Anak Palembang, Lapas Wanita Palembang, Lapas Klas I Palembang, Lapas Klas III Banyuasin, dan Lapas Narkotika Banyuasin pun turut merayakan upacara yang berlokasi di Lapas Klas I Palembang.  

Upacara peringatan tersebut mengusung tema 'Dengan Tahun Emas, Kita Wujudkan Pemasyarakatan yang Inovatif, Bersih, dan Bermartabat'. Hadir pula dalam acara ini Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan, Budi Sulaksana, seluruh Kepala UPT yang disebut di atas, dan puluhan pegawai Pemasyarakatan.

Budi Sulaksana, selaku inspektur upacara pada hari itu, membacakan sambutan dari MenkumHAM Amir Syamsudin yang isinya memerintahkan agar pungutan liar dihentikan. Serta beliau mendeklarasikan peringatan anti-pungli.

----------------------------------

SAMBUTAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA R.I
PADA HARI BHAKTI PEMASYARAKATAN KE- 50
Tanggal, 27 April 2014

Bismillahirohmanirrahim
Assalammu’alaikum Wr. Wb.
Selamat Pagi dan Salam Sejahtera

Para tamu undangan yang saya hormati, para pejabat eselon satu di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM serta seluruh keluarga besar pemasyarakatan yang saya cintai.
Hari ini kita patut bersyukur, kehadirat Allah SWT yang tidak kunjung hentinya karena telah menganugerahkan nikmat dan karunia-Nya sehingga kita dapat mengikuti upacara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Pemasyarakatan ke-50 dengan tema Dengan Tahun Emas Kita Wujudkan Pemasyarakatan Yang Inovatif, Bersih dan Bermartabat. Selaku pribadi, saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-50 kepada seluruh jajaran pemasyarakatan. Semoga, ke depan, Pemasyarakatan dapat meningkatkan
pengabdiannya kepada bangsa dan negara, dalam pelaksanaan pembinaan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan dan pengelolaan Benda Sitaan dan Barang Rampasan dengan didasarkan pada prinsip perlindungan hukum dan penghormatan Hak Asasi Manusia.
Hadirin yang saya hormati,
Pada kesempatan yang istimewa ini, saya mengajak para hadirin dan seluruh jajaran pemasyarakatan untuk mengevaluasi dan merefleksikan perjalanan pemasyarakatan dari tahun 1964 sampai dengan saat ini. Upaya apa yang telah kita lakukan dalam rangka meningkatkan kinerja pemasyarakatan dalam rangka menyadarkan Warga Binaan Pemasyarakatan, menjadi warga masyarakat yang baik, taat kepada hukum, menjunjung tinggi nilai-nilai moral, dan sosial.
Saya meyakini transformasi pada jajaran pemasyarakatan terus dilakukan seiring dengan perubahan pembangunan yang cepat, arus globalisasi di bidang komunikasi dan informasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perubahan gaya dan cara hidup yang terjadi di masyarakat yang ditandai dengan masyarakat yang sangat kritis dalam mengemukakan berbagai permasalahan yang sarat dengan muatan-muatan HAM, demokratisasi dan isu-isu sentral lainnya, serta munculnya berbagai tingkat, bentuk, jenis dan perilaku kejahatan, baik yang bersifat transnational crime, organizir crime, white collar crime, dan economic crime, di samping berbagai tindak pidana yang bersifat konvensional dan tradisional.
Peserta upacara yang saya hormati,
Pengaruh negatif dari perkembangan pembangunan bukan hanya berdampak kepada timbulnya kejahatan yang dilakukan oleh orang dewasa namun pengaruh tersebut juga membawa perubahan terhadap nilai dan perilaku anak. Penyimpangan tingkah laku atau perbuatan melanggar hokum yang dilakukan oleh anak, banyak disebabkan oleh faktor di luar diri anak tersebut.
Berdasarkan data pada bulan Maret 2014, jumlah anak yang berada di Lembaga Pemayarakatan mencapai 3.323 anak. Kondisi tersebut mengambarkan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak sudah sangat mengkhawatirkan. Untuk itu diperlukan upaya penanganan yang sangat serius terhadap kejahatan yang dilakukan oleh anak. Peran serta masyarakat, penegak hukum dan korban sangat penting agar anak yang sedang bermasalah dengan hukum terhindar dari stigmatisasi, dan dapat kembali ke dalam lingkungan sosial secara wajar. Selain itu, dalam proses penanganan terhadap anak yang bermasalah dengan hukum, perlu didasari pada terciptanya Keadilan Restoratif, baik bagi anak maupun bagi korban. Keadilan Restoratif merupakan suatu penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan semua pihak terkait untuk bersama-sama mengatasi masalah serta menciptakan suatu kewajiban untuk membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan bukan pembalasan. Salah satu bentuknya adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana atau yang dikenal dengan proses diversi.
Hadirin yang saya hormati....
Dalam mewujudkan Keadilan Restoratif, Pemasyarakatan mempunyai beban dan tanggung jawab yang tidak sedikit. Sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang No 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Kementerian Hukum dan HAM harus membangun Balai Pemasyarakatan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemempatan Anak Sementara dalam kurun waktu 5 tahun. Untuk itu saya menghimbau pada seluruh jajaran di Kementerian Hukum dan HAM untuk mendukung sepenuhnya dengan membangun sistem kerja yang efektif serta mempersiapkan sarana dan prasarana dalam rangka mewujudkan layanan Pemasyarakatan terutama bagi anak yang bermasalah dengan hukum.
Peserta upacara yang berbahagia,
Selain penanganan terhadap anak yang bermasalah dengan hukum, pemasyarakatan juga masih menghadapi permasalahan terkait dengan rendahnya kualitas layanan terhadap tahanan, narapidana dan masyarakat, yang berimbas pada terjadinya kerusuhan yang terjadi di beberapa Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara akhir-akhir ini. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa keterbatasan anggaran keuangan negara telah menimbulkan dampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat. Demikian pula kondisi yang dialami oleh jajaran pemasyarakatan dalam pemberian pelayanan. Keterbatasan tersebut berakibat kurang maksimalnya pemberian layanan kesehatan terhadap tahanan dan narapidana, serta layanan home visit bagi klien pemasyarakatan. Namun demikian dengan segala keterbatasan yang ada, kita harus tetap bekerja dan berupaya seoptimal mungkin dalam melaksanakan tugas yang diemban dengan tetap menjunjung tinggi integritas moral, profesionalisme serta meningkatkan kinerja pelayanan pemasyarakatan dalam upaya penegakan hukum di bidang pemasyarakatan, yang nantinya akan memperkuat upaya penegakan hukum, mewujudkan ketertiban hukum dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Dalam upaya memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, Kementerian Hukum dan HAM RI mempunyai tugas besar yang harus segera dilakukan, yaitu mempersiapkan Rencana Strategis 2015-2019. Rencana Strategis ini merupakan sebuah dokumen yang akan memberikan arah bagi perjalanan kita untuk lima tahun mendatang.
Kita sadari bahwa perencanaan strategis mempunyai arti strategis bagi setiap organisasi dalam kerangka mewujudkan perencanaan yang berorientasi kepada hasil (outcome) dan keluaran (output) sebagai dasar, penerapan akuntabilitas kinerja. Terkait dengan hal tersebut, Kementerian Hukum dan HAM menetapkan kebijakan untuk melakukan restrukturisasi program dan kegiatan yang akan di mulai tahun 2015.
Diharapkan dengan terlaksananya kegiatan restrukturisasi program
dan kegiatan yang juga mencakup restrukturisasi bidang Organisasi, Struktur Anggaran, Struktur Perencanaan Kebijakan, Struktur Manajemen Kinerja, maka Program Pembinaan dan Penyelenggaraan Pemasyarakatan telah dapat diukur kinerjanya karena kedudukan Ditjen Pemasyarakatan sebagai Unit Eselon I telah inline antara Divisi Pemasyarakatan dan UPT Pemasyarakatan terhadap penentuan kebijakan teknis pelaksanaan tugas
fungsi, dan kebijakan alokasi penganggaran.
Hadirin peserta upacara sekalian yang saya hormati,
Setiap upaya yang telah memberikan kemajuan bagi institusi ini tentu harus mendapatkan penghargaan yang selayaknya begitu juga dengan Program reformasi birokrasi yang telah kita dilaksanakan dan membawa perubahan yang cukup besar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. Saat ini kegiatan reformasi birokrasi pada Kementerian Hukum dan HAM, sedang dilakukan penilai oleh Tim dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dimana hasil penilaian tersebut akan berpengaruh terhadap peningkatan tunjangan kinerja. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama satukan tekad untuk memberikan yang terbaik bagi Pemasyarakatan; Mari kita bersihkan institusi yang kita banggakan ini dari praktek yang tidak bermartabat; jauhkan korupsi dari tubuh kita. Sehingga akan menjadikan Pemasyarakatan sebagai institusi yang Inovatif, Bersih dan Bermartabat.
Peserta upacara yang berbahagia
Dalam kesempatan yang berbahagia ini saya ingin memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah membantu dan bekerjasama dalam pelaksanaan pembinaan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan, khusus kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dan Petugas Pemasyarakatan yang baru saja menerima penghargaan saya ucapkan selamat, tingkatkan kinerja saudara dalam melaksanakan tugas fungsi yang saudara emban. Saya juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang sebesar- besarnya terhadap seluruh jajaran pemasyarakatan yang telah memliki komitmen yang kuat dalam :
  1. Upaya meningkatkan produktifitas narapidana dalam program bengkel kerja produktif yang hasilnya disalurkan melalui kegiatan pameran karya narapidana yang telah dilaksanakan beberapa kali dan memperoleh perhatian dari masyarakat maupun Lembaga pemerintah terkait.
  2. Pemberantasan HALINAR dengan mendeklarasikan stop pungli yang merupakan langkah kongkrit dalam peningkatan integritas Petugas Pemasyaraatan.
  3. Serta upaya dalam pemberian pelayanan terhadap Hak–hak Warga Binaan Pemasyarakatan khususnya mekanisme Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat yang pelaksanaannya didelegasikan ke Kantor Wilayah dan UPT Pemasyarakatan berdasarkan Instruksi Menteri Tanggal 10 Februari 2014, Nomor : M.HH-02.OT.03.01 Tahun 2014 Tentang Pendelegasian Wewenang Pemberian Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas Dan Cuti Bersyarat. Selanjutnya dalam momentum yang berbahagia ini saya mengamanatkan bahwa Instruksi Menteri tersebut agar dipedomani dan dilaksanakan sebagaimana mestinya serta berlaku di seluruh Indonesia.
Kepada seluruh jajaran pemasyarakatan saya menghimbau agar tetap memiliki semangat untuk bekerja dengan penuh dedikasi, memiliki komitmen untuk menjaga integritas moral dan memiliki keyakinan untuk membangun Pemasyarakatan yang lebih baik di masa depan. Tetaplah menjadi pelayan masyarakat yang mempunyai semangat mengabdi dengan tulus dan ikhlas kepada bangsa dan negara.
Semoga ALLAH SWT senantiasa mengiringi keinginan luhur kita dengan limpahan rahmat, nikmat dan karunia-Nya, untuk selalu mengabdi dan berbakti kepada nusa, bangsa, dan negara.

Billahi Taufiq Walhidayah
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
AMIR SYAMSUDIN


Kalapas, Pejabat Struktural, dan pegawai Lapas Klas III Banyuasin usai mengikuti upacara Hari Bakti Pemasyarakatan 2014




Minggu, 13 April 2014

Penambahan Pegawai Baru (7/4/2014)

Senin,7 April 2014. Lapas Klas III Banyuasin mendapat tambahan 10 pegawai baru, yaitu CPNS Kemenkumham yang lulus tes pada tahun 2013. Penambahan pegawai ini guna mengisi kekurangan struktur fungsional umum, terutama petugas keamanan dan ketertibaan WBP.